Monday, January 16, 2006

maribaya, yuuu'...

pagi ini, sebuah permintaan datang pada saya: tolong buatin proposal untuk konsep pengembangan wisata di kawasan Maribaya (buat kawan2 yang bukan berasal dari Bandung, Maribaya terletak di kawasan Bandung Utara, kawasan yang selama 3 tahun ke belakang jadi topik perbincangan terhangat mengenai masalah lingkungan kota Bandung). yang minta adalah pengusaha properti.
 
dari apa yang saya tau sementara ini, si pengusaha yang minta dibikinkan konsep pengembangan wisata itu hanya akan mengembangkan 30 Ha dari 250 Ha lahannya! sisanya, katanya, akan dibuka jadi lahan perumahan mewah!
 
konsep pengembangan wisata ini akan dibawa ke Gubernur untuk dipresentasikan, biar bisa dapet ijin. lalu bikin perumahan di lahan seluas 220 Ha sisanya? itu mungkin akan jadi hidden agenda! edan!
 
aku yakin, lahan itu dibeli mungkin 10 tahun lalu, sebelum ada ribut-ribut tentang kawasan Bandung Utara (miris juga, karena sebenarnya kawasan Bandung utara udah jadi kawasan lindung sejak jaman Belanda! dan pemerintah dari 10 tahun lalu seolah menutup mata tentang itu). namanya investor, yah duit yang keluar kan kudu balik (minimal), kalo ngga ngambil untung?! yah, begitu ada ribut-ribut tentang pembangunan kawasan bandung utara beberapa tahun yang lalu, lantas pemerintah
kota bandung (yang sangat saya hormati) cuma ambil kebijakan populis: melarang pembangunan di Bandung Utara! ga jelas gimana kelanjutannya. boleh dibangun dengan persyaratan, atau sama sekali ngga boleh dibangun (kayaknya yang ini ngga deh, karena di Ciburial ada sebuah kafe baru yang didirikan di lahan dengan kemiringan di atas 45 derajad! gila, mau ikut-ikutan longsor apa??).
 
ada peraturan baru, konon, yang dikeluarkan untuk pembangunan di kawasan Bandung Utara. tapi itu cuma ngebahas mekanisme perijinan dan retribusinya. catet: retribusi, alias pajak, alias DUIT! that's all in their mind! (baca rubrik Teropong, Kompas Senin, 4 April 2005)
 
sebaliknya, pembangunan jalur Dago - Maribaya, diteruskan dengan alasan masyarakat Punclut yang hidup di antara dua tempat itu ngga punya akses jalan yang memadai yang dapat menopang kehidupan mereka (ini kata Dada Rosada, Walikota Bandung, yang bilang "demi masyarakat Punclut, saya akan nekat membangun jalan itu!") betapa keputusan yang populis atau sekedar cari muka? Padahal ada alternatif lain - yang lebih sulit di bidang koordinasi, tapi lebih hemat biaya dan ramah lingkungan: membuat forum dialog antara masyarakat bandung dan punclut, gimana konsekuensi, dan mekanismenya kalo masyarakat bandung pengen meminimalkan pembangunan di bandung utara (termasuk punclut).. - (sebenernya ini idenya David Sutasurya, bos YPBB, yang dilontarkannya kemaren sore waktu ketemu di acaranya Konus di Dago)..
 
oh, ya i forgot the old news: our government is sucks in coordination...
 
ok, i'll set my line: saya hanya akan membantu sampai konsep, dengan beban lingkungan serendah mungkin pada kawasan Bandung Utara. bukan pembangunan fisik besar-besaran, tapi olah konsep. tapi, satu hal yang akan saya ragukan: bagaimana saya bisa yakin, bila konsep yang saya ajukan itu akan benar-benar dilaksanakan, dan bukan hanya jadi tameng untuk memperoleh ijin dari pemerintah yang akan dijadikan justifikasi untuk membangun perumahan mewah?
 
maaf pak, kita ngga nyambung, kayaknya kita putus aja deh... (yuuu' hehehe)


Yahoo! Photos
Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, whatever.

No comments: