a killer takes wing
sit back and relax... watch the nature at work.
for we are a part of it.*
kasus flu burung merebak... orang-orang jadi takut makan ayam. ayam dan bebek/itik di bakar di mana-mana... (malah kalo liat di tv, ada yang dibakar idup-idup!)... waktu pertama kali kasus ini merebak di Hong Kong taun 1997 1.6 juta ayam, bebek, dan berbagai jenis burung peliharaan di musnahkan!
bagaimana flu burung bisa merebak jadi begitu buas? aku ngga akan mendetilkan soal ini di sini, tapi kalo tertarik dengan masalah ini, silahkan datang ke sini.
sebenarnya kasusnya ngga begitu buas... kasus tahun 1997 di Hong Kong, yang kena 18 orang. dari 18 orang itu, 6 orang meninggal. virus H5N1 jadi tersangka flu burung di Hong Kong. sekarang, sekitar 8 tahun kemudian, penyakit dengan gejala serupa muncul lagi. yang ngga banyak diketahui orang-orang adalah, apakah betul penyebab flu burung 2005 adalah juga virus H5N1 seperti di Hong Kong yang lalu. Virus itu, alamiahnya, sangat mudah termutasi. ini membuat jadi seperti pertaruhan... tiap kali mutasi terjadi, hasilnya bisa jadi lebih mematikan, atau jadi malah tidak mematikan.
sudah fitrahnya, virus jadi salah satu pembatas populasi... epidemi akan merebak ketika keragaman genetik dalam populasi sudah berkurang, dengan kata lain, ukuran populasinya sudah 'over-dosis'...
buat saya, merebaknya kasus flu burung, HIV dan ebola dan berbagai kasus yang disebabkan oleh infeksi virus, adalah mekanisme pembatasan populasi manusia oleh alam. hihihi... lucu kalo inget cita-cita jamannya Descartes, dimana ia menganjurkan manusia untuk berkuasa atas alam. toh, kita tidak berdaya berlomba membuat vaksin ampuh untuk melawan HIV dan ebola...
buat bapak-bapak dan ibu-ibu yang harus memusnahkan ternak ayam dan itik serta burung-burung peliharaannya lantaran parno (baca: paranoid) si ayam, atau si itik atau si burung mengidap virus flu burung,.... yah, itu salah anda sendiri...
di alam, bahkan dalam satu populasi pun, terdapat keanekaragaman. ada yang rambutnya kriting, ada yang lurus, ada yang kurus selama-lamanya, ada yang gendut dan tak bisa kurus..., ada yang kulitnya item, ada yang merah, kuning, putih,... di bawah langit yang biru ini,... hehehe...
so what's the moral in it? beranekaragam adalah fitrah. ketika anda memelihara jenis ayam pedaging, atau petelur dari satu ras saja - (ini mengagumkan! bayangin, kita sudah menyeleksi binatang-binatang itu selama ribuan tahun,... sampe kita mendapatkan 'ras terbaik' atau 'bibit unggul', yang semua individunya nyaris sama persis, bahkan secara genetik, mirip kaya bayi kembar yang berasal dari satu zigot!) - berarti anda berdiri di luar fitrah. anda telah memasang taruhan. dan dalam berbagai kasus seperti flu burung, sapi gila dan penyakit kuku-mulut..., anda pasti kalah taruhan! sekali satu individu kena, dan ternyata perangkat genetiknya kurang oke buat melawan infeksi virus, maka semua ayam anda akan musnah, kalau tidak dimusnahkan......
jadi, tidak perlu khawatir... ini memang sudah mekanisme alam. mungkin salah satu dari yang terbesar efeknya buat manusia, selain tsunami dan longsor yang sifatnya lokal. pandemi flu burung, HIV, SARS, dan Ebola harusnya membuat kita sadar bahwa manusia memang bagian dari alam, dan tidak bisa lari darinya. teknologi yang sangat kita bangga-banggakan ternyata belum dapat membuat manusia jadi 'master of the universe'....
kita tidak bisa lari. seperti kata seorang ibu yang diwawancara oleh wartawan sebuah stasiun tv, ketika kasus flu burung merebak: "ah, saya mah tawakal saja, kalo mati ya mati...".
eh, jangan salah tangkap. ini bukan berarti bahwa saya tidak setuju dengan pembuatan vaksin flu burung atau upaya pencarian obat untuk HIV. tidak. saya hanya melihat masalah dari luar arena, dan memilih untuk tidak ikut-ikutan paranoid...
it is useless to try to dominate...
understand, then try to co-operate!*
*) terngiang-ngiang di kepala dari tadi pagi... ngga tau kata-kata siapa.. kalo boleh diaku punya gue, lumayan lucu juga... hihihihi
2 comments:
Hehehe. Its useless to dominate itu kata kata budhi di Yahoo messengernya pik. Sampe sekarang masih ada tuh.
hehe, gue pasti ngga sengaja pernah membacanya... dan terendap di ruang bawah sadar.. (cie..).
ijin ah, bud!
Post a Comment